Kerang Abalon, si Mahal Banyak Penggemar




akutau.com - Pernahkah kamu mencicipi Abalon? Barangkali diantara kita masih asing dengan salah satu spesies kerang ini. Yuk, kenalan sama abalon!

Hidangan Raja China

Dari namanya saja sudah unik. Kerang  Abalon, di masa lalu menjadi menu hidangan untuk para raja di China.

Abalon merupakan suatu spesies kerang-kerangan (moluska) dari familia Haliotidae dan genus Haliotis. Haliotis sendiri adalgah genus kuno yang berusia 60 sampai 100 juta tahun.

Memiliki ciri-ciri permukaan kulit sebelah dalam yang berwarna-warni, Abalon dikenal dengan nama lain yaitu kerang mata tujuh. Sepintas jika dilihat bentuk kerang Abalon mirip dengan daun telinga kita lho, unik kan?

Supaya kita lebih akrab dengan Abalon, coba kita hapal nama lain dari si Abalon ketika berada di luar Indonesia. Seperti  warga negara Selandia Baru menyebut abalone sebagai paua, kemudian di Afrika Selatan disebut sebagai perlemoen, dan ormers panggilan Abalon di Eropa .

Habitat Abalon 

Kerang Abalon hidup di dalam air hangat, terumbu karang tropis sampai di daerah beriklim dingin. Abalon banyak terdapat di sepanjang garis pantai yang ditumbuhi ganggang laut, khususnya New Zealand, Australia, Afrika Selatan, Korea, Jepang, Cina, pantai barat Amerika Utara, pantai Atlantik dari Senegal ke Spanyol, Perancis, dan Kepulauan Inggris.

Ada perbedaan ukuran antara spesies tropis dan air dingin. Spesies tropis jarang melebihi 50 mm. Spesies Abalon berbadan besar hanya terdapat di daerah air dingin, yang didominasi ganggang laut dan alga lainnya.

Banyak spesies Abalon yang berukuran besar. Contohnya , H. iris dari Selandia Baru, H. ruber dari Australia, H. discus hannai dari Jepang, dan H. midae dari Afrika Selatan yang panjangnya  mencapi 180 mm. Paling terbesar adalah H. rufescens dari California, yang dapat tumbuh hingga lebih dari 300 mm.

Ketika Abalon mencapai panjang sekitar 70 mm, mereka mulai meninggalkan habitat muda mereka untuk menghabiskan masa dewasa mereka di daerah karang  yang lebih terbuka. Mereka menjalani kehidupan secara menetap, lalu memakan rumput laut yang hanyut di sekitarnya.

Saat melampaui ukuran 120 mm, Abalon di seluruh dunia siap menghadapi beberapa predator alami. Di sepanjang pantai barat Amerika Utara terdapat berang-berang laut (Enhydra lutris).

Berang-berang itu membutuhkan energi yang banyak, sehingga bisa mengonsumsi sampai seperempat dari berat badan Abalon sebagai santapan sehari-hari. Makanan favorit mereka adalah Abalon, yang mereka keluarkan dagingnya dengan berulang kali, lalu menghancurkan cangkang Abalon dengan batu.

Mahal Tapi Bermanfaat

Abalon dihargai mahal, karena daging dan cangkangnya menjadi favorit masyarakat pribumi di seluruh dunia. Terutama di sepanjang pantai California, Jepang, dan Selandia Baru.

Cangkangnya yang keras, banyak digunakan sebagai hiasan dan untuk menghias alat-alat seperti mangkuk, gantungan kunci, liontin, kancing, sampai kail. Dalam budaya penduduk Maori, Selandia Baru, bentuk cangkang Abalon digunakan dalam ukiran dan ornamen. Nah, kerang mahal ini jika dimanfaatkan dengan baik bisa menambah pendapatan masyarakat.

Daging moluska ini juga dianggap sebagai salah satu makanan istimewa di sebagian Amerika Latin (khususnya Chili), Asia Tenggara, China, Jepang, dan Korea. Meski mahal, penggemar Abalon terus berdatangan mencarinya.

Terancam Punah

Banyaknya fans, membuat populasi Abalone menurun drastis. Bahkan beberapa spesies terancam punah. Selain itu,  karena banyak manusia yang menangkap Abalon secara berlebihan semata-mata untuk bisnis. Sebuah spesies dieksploitasi besar-besaran, lalu penangkapan beralih ke spesies lain.

Penangkapan Abalon sudah dilakukan sejak tahun 1850 di California. Lebih dari lima ratus ribu kilogram dari beberapa spesies Abalon ditangkap setiap tahunnya dari awal 1900-an, dengan puncak lebih dari dua juta lima ratus ribu kilogram pada tahun 1950-an dan 1960-an. Tangkapan menurun menjadi kurang dari lima ratus ribu kilogram di awal tahun 1980-an.

Akhirnya, pada tahun 1997 penangkapan Abalon baik untuk komersial maupun olahraga dihentikan di California Selatan. Sekarang, usaha pengelolaan Abalon di seluruh dunia diperketat hanya untuk mempertahankan dan memperluas populasinya.

About Peter S.

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Post a Comment