Tahukah Kamu Tentang Gunung Berapi?

Gunung berapi

Gunung berapi ada beberapa jenis. Ada yang tidak aktif, ada yang aktif yang bisa meletus kapan saja. Ada juga yang sudah punah, tidak bisa lagi meletus dan tidak berbahaya.

Ketika gunung berapi hendak meletus, orang-orang di sekitar gunung harus mengungsi agar selamat. Yang bisa memprediksi kapan letusan gunung akan terjadi adalah ahli vulkanologi. Mereka menggunakan alat untuk mengukur gemuruh gunung berapi.

Namun gunung berapi juga sangat bermanfaat. Misalnya gunung dan tempat sekitarnya menjadi tempat wisata yang indah dan menyenangkan. Tanah pegunungan yang subur juga menghasilkan berbagai buah dan sayur yang melimpah.

Perkebunan teh juga terdapat di pegunungan. Selain daun tehnya dibuat minuman, area perkebunan juga menjadi tempat rekreasi yang nyaman. Tempat wisata lain yang menjadi ciri khas pegunungan adalah pemandian air panas.

Selain menyimpan kekayaan flora gunung juga mempunyai beragam fauna. Hewan yang tinggal di daerah pegunungan Indonesia antara lain merak, macan tutul Jawa, monyet, elang Jawa, elang bido, babi hutan, dan elang hitam.

Gunung berapi melepaskan debu ketika meletus. Debu itu mengandung mineral yang berguna bagi tanah dan menyuburkan tanaman.

Tahukah kamu kalau gunung berapi juga bisa dijadikan pembangkit listrik? Yaitu dengan memanfaatkan panas bumi yang ada di dalam bumi sebagai hasil dari aktivitas vulkanik gunung berapi. Jika bisa dimanfaatkan dengan baik energi panas bumi ini sangat berguna, apalagi ia termasuk dalam energi yang terbarukan.

Cincin api adalah rangkaian gunung berapi di sekitar samudra Pasifik yang berbentuk seperti tapal kuda (huruf U). Negara kita Indonesia terletak di cincin api ini.

Panjang cincin api ini 40 ribu km lebih, sekitar tiga perempat gunung berapi aktif di dunia ada di sini. Membentang dari Amerika Selatan melewati Amerika Utara, Jepang, Filipina, Indonesia hingga ke Selandia Baru. Wah, panjang sekali ya?

Cincin api terletak di dekat beberapa lempeng tektonik, yaitu potongan besar kerak bumi. Lempeng tektonik selalu bergerak yang gerakannya bisa menyebabkan gempa bumi.

Selain itu juga bisa menyebabkan letusan gunung berapi. Ketika lempeng tektonik bergerak maka tercipta ruang, ruang itu diisi oleh magma. Ketika magma yang terkumpul sudah cukup banyak maka akan terjadi letusan gunung berapi.

About Purwanto

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments :

Post a Comment